Dalam kesempatan itu, Brigjen Hengki menyampaikan pesan tegas Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.
"Permasalahan narkoba ini adalah masalah bersama. Ini atensi khusus Kapolda Riau, 'zero tolerance' terhadap narkoba," kata Hengki, Senin (13/4).
Dijelaskannya, karakteristik Riau yang berbatasan dengan negara lain membuat narkoba banyak masuk dari luar negeri. Itu jadi perhatian penuh pimpinan. "Tidak ada toleransi untuk narkoba ini, bahkan jika melibatkan oknum anggota," tegasnya.
Langkah Tegas Kapolda: Kapolsek Dicopot
Di sisi lain, langkah evaluasi internal sudah diambil. Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan ternyata tak main-main. Ia mencopot Kapolsek Panipahan, AKP Robiansyah, dari jabatannya. Kanit Reskrim setempat, Aipda Rahmat Ilyas, juga kena dampak yang sama.
Pencopotan ini, menurut Herry, dilakukan karena jajaran Polsek dinilai belum optimal menjaga kondusivitas. Situasi sempat berkembang jadi aksi yang kurang terkendali. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi.
"Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami," ujar Irjen Herry, Minggu (12/4). "Kami lihat ada hal-hal yang tidak berjalan semestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan. Karena itu, kami ambil langkah tegas."
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal jelas bahwa kepolisian serius menangani akar masalah, sekaligus memulihkan kepercayaan warga.
Artikel Terkait
Konektivitas Jalan Nasional dan Tol Terjaga Saat Mudik 2026, Kesenjangan di Kawasan Timur Jadi Tantangan
Kecelakaan Maut di Jalan Bomang, Satu Pengendara Motor Tewas
Pengemudi Ojol dan Tukang Parkir di Pamulang Berdamai Usai Cekcok Soal Jaket
VinFast Perpanjang Program Sewa Mobil Listrik untuk Sopir Taksi Online di Indonesia dan Filipina