Sejak awal tahun 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi sudah menangkap tangan enam kepala daerah. Empat di antaranya bupati, dan dua lagi wali kota. Fakta ini, jujur saja, bikin prihatin banyak pihak, termasuk di Senayan.
Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, tak menyembunyikan rasa kecewanya. Ia mengaku miris melihat tren yang terjadi.
"Ya tadi ya memang kita juga prihatin ya dengan banyaknya kepala daerah yang tertangkap oleh penegak hukum khususnya KPK," ujar Saan di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Senin lalu.
Menurutnya, ada satu hal krusial yang sering dilupakan para pemimpin: mengelola hasrat. Kekuasaan yang didapat jangan sampai membutakan mata terhadap godaan-godaan pragmatis, apalagi yang berbau materi.
"Nah karena itu apa menjaga kredibilitas integritas dari apa kepala daerah dan juga mungkin semua hal ini penting terutama dalam soal mengelola hasrat lah. Jadi mengelola hasrat sebagai pemimpin itu penting agar jangan apa mengikuti hasrat ketika berkuasa ingin mendapatkan hal-hal yang sifatnya pragmatis apalagi dalam bentuk materi," tegas dia.
Saan pun mengingatkan, jabatan bukanlah komoditas untuk ditransaksikan. Pesan ini ia sampaikan khususnya kepada para kadernya di Partai NasDem.
Artikel Terkait
Polres Pelabuhan Tanjungperak Gelar Patroli Cipkon, Kawasan Rawan Aman Kondusif
Jaksa Tuntut Eks Petinggi Pertamina 6,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi LNG
MK Gelar Purnabakti Hakim Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru
Diskusi Publik Soroti Kebebasan Sipil dan Tantangan Demokrasi di Indonesia