Pemilu Peru 2026: Keamanan Jadi Isu Utama di Tengah Fragmentasi Politik

- Minggu, 12 April 2026 | 20:45 WIB
Pemilu Peru 2026: Keamanan Jadi Isu Utama di Tengah Fragmentasi Politik

"Kami akan meminta kekuasaan khusus untuk memodernisasi kepolisian dan memperkuat keamanan," tegas Fujimori dalam sebuah wawancara.

Nama Fujimori tentu bukan nama baru. Dia adalah putri dari Alberto Fujimori, mantan presiden yang punya catatan kontradiktif: dihormati sebagian orang karena kebijakan kerasnya menghadapi pemberontak di era 90-an, tapi juga harus mendekam 16 tahun penjara karena kasus pelanggaran HAM dan korupsi. Kini, di tengah kekecewaan publik terhadap elite politik, nostalgia akan kepemimpinan sang ayah dimanfaatkan Keiko sebagai modal politik.

Namun begitu, di lapangan, ada juga suara sumbang yang tak bisa diabaikan. Sebagian warga sama sekali tak percaya pada semua kandidat. Seperti yang diungkapkan seorang pedagang pakaian di Lima, "Saya tidak ingin memilih siapa pun. Saya kecewa dengan semua yang berkuasa." Rasa jenuh dan apatis itu nyata adanya.

Pada akhirnya, hasil pemilu ini bukan cuma menentukan siapa yang akan memimpin Peru ke depan. Lebih dari itu, ini adalah cermin untuk melihat ke mana arah angin politik di Amerika Latin bergerak apakah benar-benar akan berbelok semakin ke kanan. Semuanya tergantung pada suara rakyat di hari Minggu nanti.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar