Lalu, solusi seperti apa yang bisa ditawarkan? Pramono punya usulan yang terdengar klasik. Di tengah gempuran kemasan modern, ia justru mengajak masyarakat kembali ke cara-cara lama.
"Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban. Maka untuk itu ya kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional, pakai bungkus daun pisang dan sebagainya," ucapnya.
Memang, apa penyebabnya hingga harga bisa melambung tinggi? Rupanya, gangguan impor bahan baku plastik jadi biang keroknya. Konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran disebut-sebut mengacaukan pasokan, yang ujung-ujungnya berdampak sampai ke pasar lokal.
Jadi, selain berupaya mencari pengganti, ajakan untuk menggunakan daun pisang itu bukan sekadar nostalgia. Itu respons praktis menghadapi gejolak harga yang sulit diprediksi.
Artikel Terkait
Grace Natalie Buka Pintu Lebar PSI untuk Tokoh Nasional
Fortuner Tabrak Sigra yang Berhenti di Bahu Jalan Gading Serpong
Persib Hadapi Ujian Berat dari Bali United di GBLA, Perjuangkan Puncak Klasemen
DPD Soroti Peran Strategis Perempuan Bentuk Karakter Bangsa di Era Digital