Benjamin Netanyahu tak menyukai komentar Recep Tayyip Erdogan. Perdana Menteri Israel itu melontarkan kritik pedas terhadap Presiden Turki, yang baru saja angkat bicara soal gencatan senjata antara AS dan Iran. Netanyahu bahkan bersumpah, Israel akan terus berperang melawan Iran dan kelompok-kelompok pendukungnya di wilayah itu.
Semuanya berawal dari peringatan Erdogan kepada Donald Trump. Tak lama setelah kesepakatan gencatan senjata awal pekan ini, Erdogan menelepon Presiden AS. Ia menyebut adanya "kemungkinan provokasi dan sabotase" yang bisa menggagalkan kesepakatan. Erdogan tak menyebut nama, tapi maksudnya cukup jelas bagi Netanyahu.
Dan Netanyahu pun merespons dengan keras.
Demikian cuitan Netanyahu di platform X. Ia seolah tak ingin ketinggalan momentum untuk menyerang balik.
Dalam percakapan telepon itu, Erdogan memang mendesak Trump agar gencatan senjata dijaga mati-matian, "tidak dikompromikan dalam keadaan apa pun." Turki bahkan menawarkan dukungan penuh. Ini menarik, mengingat Ankara sendiri dikenal sebagai pengkritik kebijakan Israel yang vokal. Namun di sisi lain, mereka justru terlibat dalam upaya diplomatik bersama Mesir dan Pakistan untuk meraih kesepakatan damai.
Artikel Terkait
Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Orang dan 25 Gram Narkoba dalam Patroli Cipta Kondisi
Poco X8 Pro Series Terjual Lebih dari 30.000 Unit dalam 24 Jam di Indonesia
BMKG Prediksi El Nino Lemah hingga Moderat, Pemerintah Siapkan Antisipasi Kekeringan
Polri Tangkap Ki Bedil, Ahli Senpi Ilegal yang Beroperasi 20 Tahun