"Kita sedang berpikir bagaimana supaya enggak ngantre itu ya kayak model ‘war ticket’ istilahnya," ujarnya menjelaskan.
"Jadi kita dikasih kuota oleh Saudi Arabia 200.000, nah kemudian itu kita tetapkan harganya berapa, kemudian nanti enggak perlu ngantre. Jadi masing-masing langsung pesan, siapa yang dapat itu yang berangkat. Kita sedang memikirkan pola itu."
Namun begitu, Dahnil tak menampik bahwa mewujudkan ide ini bukan perkara gampang. Bayangkan saja, saat ini masih ada sekitar 5,7 juta nama yang mengantre dengan sabar. Menerapkan sistem baru tentu butuh pertimbangan matang agar tidak menimbulkan masalah baru.
"Jadi wacana ini sedang kita godok agar keinginan dan perintah Presiden supaya haji tidak ngantre itu bisa kita wujudkan," tuturnya.
Dia menegaskan bahwa ini masih dalam tahap penggodokan. Belum ada keputusan final. Rencananya, model detail dari skema ini akan dijelaskan lebih lanjut di waktu mendatang.
"Nanti mungkin akan saya jelaskan keterangannya modelnya seperti apa, tapi ini bukan keputusan, ini sedang kita godok terus-menerus supaya keinginan Presiden haji tidak ngantre itu bisa terwujud," pungkas Dahnil.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Hormati Penolakan Jaksa, Siapkan Duplik Balas Replik
Prosedur dan Biaya Resmi Penggantian STNK Hilang di Samsat
Kecelakaan Beruntun di Jalur Purworejo-Magelang Tewaskan Satu Pengendara Motor
Metode 50:30:20, Panduan Awal Atur Gaji agar Tak Cepat Habis