Untuk mempercepat cakupan imunisasi, Pemprov Jateng punya strategi. Mereka akan mengintegrasikannya dengan program yang sudah jalan, seperti dokter spesialis keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini dianggap tepat karena jangkauannya sudah sampai ke pelosok desa.
"Campak ini prioritas utama. Termasuk penyakit seperti TBC yang juga masuk prioritas nasional. Harapannya ya masyarakat sehat," tutur Luthfi menekankan.
Di sisi lain, dari sudut pandang teknis kesehatan, Heri Purnomo selaku Kabid P2P Dinas Kesehatan Jateng memberi penjelasan. Kasus suspek campak banyak menimpa anak-anak, tapi bukan berarti orang dewasa aman.
"Yang daya tahan tubuhnya rendah, tetap berisiko," jelas Heri.
Ia lalu menguraikan langkah pencegahan. "Yang paling penting ya imunisasi. Lalu kalau sakit, pakai masker, isolasi, dan jaga jarak. Jangan lupa pola hidup sehat dan konsumsi makanan yang bisa meningkatkan imunitas."
Di lapangan, respons warga terlihat positif. Seperti yang diungkapkan Kiki Kumala, seorang ibu muda. Baginya, kegiatan imunisasi ini sangat krusial.
Ini adalah kali kedua anaknya yang masih berusia hampir 4 bulan mendapatkan vaksin campak. "Penting banget buat masa depannya," katanya singkat.
Artikel Terkait
Kim Geonwoo ALPHA DRIVE ONE Hiatus, Grup Lanjut Promosi dengan Tujuh Anggota
Bigmo Minta Maaf Langsung kepada Azizah Salsha, Akhiri Konflik Hukum
Surabaya Blokir Layanan Publik bagi Mantan Suami Lalai Bayar Nafkah
Prabowo Targetkan Antrean Haji Lebih Singkat, Siapkan Terminal Khusus di Arab Saudi