Di sisi lain, ada kabar cukup menggembirakan dari peta pasar global. Lembaga penyedia indeks ternama, FTSE, dalam country classification terbarunya masih menempatkan Indonesia di level secondary emerging market. Mereka memang masih akan memantau untuk rebalancing konstituen pada Juni 2026 nanti, tapi status ini memberi sedikit kepastian.
Sementara itu, pergerakan bursa saham AS kemarin cukup berwarna. Indeks ditutup beragam: Dow Jones turun 0,18 persen, sementara S&P500 dan Nasdaq masing-masing naik 0,08 dan 0,10 persen. Yang menarik, semua indeks itu sempat terperosok dalam di sesi awal, sebelum akhirnya berhasil bangkit di jam-jam terakhir perdagangan.
Pemulihan itu dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di platform X. Dia menyebut upaya diplomatik untuk perdamaian di konflik Timur Tengah berjalan stabil. Kabar itu cukup untuk meredakan kecemasan investor.
Menyikapi semua faktor tadi, tim riset KISI memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam pola konsolidasi hari ini.
Demikian penjelasan Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Ahmad Faris Mu’tashim, dalam risetnya. Jadi, investor sebaiknya bersiap untuk volatilitas yang terbatas, dengan level kunci yang perlu diawasi.
Artikel Terkait
Pembukaan Selat Hormuz Jadi Ujian Diplomasi Indonesia untuk Bebaskan Kapal Tanker
Longsor di Deliserdang Tewaskan Lima Warga, Delapan Rumah Tertimbun
Jogja Food & Beverage Expo 2026 Dibuka, Kolaborasi Empat Pameran Industri di JEC
Inggris Pimpin Konferensi 30 Negara Bahas Pembukaan Kembali Selat Hormuz