Kabupaten Bulungan, Kaltara – Layanan Kartu Pencari Kerja (AK-1) bagi penyandang disabilitas di daerah ini terus disempurnakan. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat memang punya tekad kuat: membuka akses kerja yang setara bagi semua warga.
Ini bukan sekadar program biasa. Komitmennya jelas, yakni mewujudkan sistem ketenagakerjaan yang benar-benar inklusif. Dengan begitu, penyaluran tenaga kerja bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu, bukan sekadar memenuhi kuota.
Namun begitu, ada tantangan menarik di lapangan. Menurut Kepala Disnakertrans Kabupaten Bulungan, Hasanuddin, hingga saat ini belum ada satu pun penyandang disabilitas yang datang langsung ke dinas untuk mengajukan AK-1. Padahal, jumlah mereka di masyarakat sebenarnya cukup banyak.
“Memang yang datang ke sini itu belum ada, tapi di luar banyak. Artinya kita arahkan silakan datang ke dinas supaya benar-benar bisa kita fasilitasi apa yang harus kita layani,” ujar Hasanuddin, Selasa (7/4/2026).
Prosesnya sendiri terbilang cepat dan gratis. Penerbitan kartu AK-1 itu konon bisa selesai hanya dalam sepuluh menit. Layanan ini berdasar pada sejumlah regulasi, mulai dari undang-undang ketenagakerjaan hingga aturan khusus tentang disabilitas.
Sebelum memasuki dunia kerja, Disnakertrans tak main-main. Mereka sudah menggelar simulasi pembinaan. Tujuannya sederhana tapi penting: menggali potensi, minat, dan keterampilan para penyandang disabilitas. Harapannya, penempatan kerja nanti jadi lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, dinas juga membuka ruang lebar-lebar untuk masukan publik. Melalui forum konsultasi, berbagai kalangan diajak berdiskusi untuk memperkuat sistem penyaluran tenaga kerja ini. Agar tidak sekadar jalan, tapi juga berkelanjutan dan tepat guna.
Pada akhirnya, semangatnya adalah kolaborasi. Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan dunia kerja yang inklusif. Dengan lingkungan yang mendukung, penyandang disabilitas punya kesempatan yang sama untuk berkarya dan hidup mandiri. Itu impian yang sedang diperjuangkan, langkah demi langkah.
Ditulis oleh: Ripka Ginting
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Jembatan Gantung Perintis Garuda di Aceh Tamiang Resmi Beroperasi, Putus Isolasi Dua Desa Hanya dalam 5 Menit
BRI Salurkan Lebih dari Lima Ribu Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia saat Iduladha 2026
Gerindra Bantah Polemik Bantuan Sapi Kurban Presiden: Berlandas APBN, Bukan Uang Pribadi
Selebgram Brunei Woodyrman Ditahan Polisi karena Aniaya Warga Brunei hingga Tewas di Blok M