Dinkes Banten Waspadai Lonjakan Kasus Campak Usai 6 Pasien Meninggal

- Selasa, 07 April 2026 | 15:45 WIB
Dinkes Banten Waspadai Lonjakan Kasus Campak Usai 6 Pasien Meninggal

Angka kasus suspek campak di Banten ternyata sudah mencapai 4.456. Dari jumlah yang cukup besar itu, baru 157 yang dikonfirmasi positif. Sementara itu, hasil laboratorium menyatakan 82 kasus lainnya negatif.

Namun begitu, situasinya tak bisa dianggap remeh. Dinas Kesehatan setempat mencatat, sudah ada enam pasien yang meninggal dunia karena penyakit ini. Menurut Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti, ancaman peningkatan kasus masih sangat nyata. Bagaimana tidak? Masih ada tumpukan 2.274 spesimen yang antre untuk diperiksa di lab.

Ati menjelaskan rincian wilayah yang terdampak korban jiwa.

"Penyakit campak telah menyebabkan kematian di tiga wilayah utama, Kabupaten Tangerang 4 orang meninggal dunia. Kota Tangerang Selatan 1 orang meninggal dunia. Kabupaten Serang 1 orang meninggal dunia," ujarnya pada Selasa (7/4/2026).

Ia mengingatkan soal fenomena 'gunung es' dalam data yang mereka miliki. "Kondisi di lapangan bisa jauh lebih parah dari data yang ada karena kasus pending 2.274 spesimen masih menunggu hasil laboratorium. Konfirmasi positif baru 157 kasus yang sudah terverifikasi dari hasil lab yang keluar," sambung Ati.

Pemicu lonjakan ini, menurut analisisnya, berasal dari tiga hal. Faktor pertama adalah tingginya mobilitas penduduk saat Lebaran lalu; virus campak yang sangat menular dengan mudah berpindah dalam kerumunan. Lalu, ada masalah disparitas cakupan imunisasi yang belum merata beberapa daerah angkanya masih di bawah ambang batas kekebalan kelompok.

"Dan adanya misinformasi atau hoaks vaksin. Keraguan sebagian masyarakat terhadap keamanan vaksin akibat informasi yang salah menyebabkan penolakan imunisasi," tegasnya.

Menghadapi situasi ini, Dinkes Provinsi Banten beserta jajaran kabupaten dan kota kini menggenjot program imunisasi. Sasaran utamanya adalah balita dan anak-anak. Mereka menargetkan anak usia sembilan bulan sampai 59 bulan bisa segera mendapat vaksin campak.

Upaya ini mereka sebut sebagai Vaksin ORI Campak. "Vaksin ORI Campak (Outbreak Response Immunization) Campak adalah imunisasi massal darurat untuk menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah penyakit menular campak di wilayah tertentu," jelas Ati.

Ia menekankan, tujuannya untuk memutus rantai penularan secepatnya. Program ini wajib diikuti anak-anak dalam kelompok usia target, terlepas dari status imunisasi mereka sebelumnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar