Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, punya peringatan keras. Di platform X pada Sabtu (4/4), dia menyebut dampak radioaktif dari serangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr justru akan menghancurkan kehidupan di ibu kota negara-negara Teluk Persia. Bukan di Teheran.
"Ingat kemarahan Barat soal permusuhan di dekat PLTN Zaporizhzhia di Ukraina?" tulisnya.
Lalu dia melanjutkan, "Israel dan AS telah mengebom pembangkit Bushehr kami empat kali. Dampak radiasi akan mengakhiri kehidupan di ibu kota negara-negara GCC, bukan Teheran."
Pernyataan itu muncul setelah Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) melaporkan serangan terhadap lokasi PLTN Bushehr hari itu juga. Menurut mereka, serangan yang didalangi AS dan Israel itu menewaskan seorang karyawan.
Artikel Terkait
Iran Bantah Klaim Trump Soal Evakuasi Pilot AS yang Ditembak Jatuh
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Capai 163 Unit, Fasilitas Penunjang Segera Rampung
Aturan IGRS Kominfo Picu Kekhawatiran Blokir Game dan Hambat Industri
Truk Gandeng Tabrak Pikap di Demak, Satu Orang Tewas Tertabrak