"Kerja sama dengan peneliti dan arkeolog akan terus digalakkan. Tujuannya satu: membuka ruang pemahaman yang lebih luas tentang perjalanan peradaban kita. Museum ini adalah salah satu yang direvitalisasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan, dan upaya serupa akan terus berjalan."
Di sisi lain, Kementerian Kebudayaan juga mengambil langkah strategis lain. Penguatan regulasi, investasi di infrastruktur modern, hingga digitalisasi koleksi untuk akses global menjadi prioritas. Tak hanya itu, mereka berupaya membangun ekosistem yang kuat, menghubungkan museum dengan sekolah, komunitas, dan industri kreatif.
"Dengan memperkuat peran kurator dan edukator sebagai pencerita yang relevan, museum akan jadi garda terdepan," ungkapnya.
Fungsinya ganda: merawat objek pemajuan kebudayaan sekaligus menjadi etalase Indonesia sebagai negara adidaya budaya.
Pada akhirnya, program revitalisasi ini bertujuan mulia. Museum Cipari diharapkan tak sekadar menyimpan artefak batu dan tanah. Lebih dari itu, ia harus menjadi tempat yang menyimpan semangat besar untuk masa depan kebudayaan Indonesia.
"Pengelolaan yang tepat dan keterbukaan pada inovasi adalah kuncinya," tutup Fadli Zon.
"Dengan itu, museum daerah bisa benar-benar bertransformasi. Menjadi destinasi budaya yang membanggakan bagi semua."
Artikel Terkait
Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Agam, Pikat Wisatawan Mancanegara
Prabowo dan Megawati Serukan Perdamaian dalam Pesan Paskah 2026
Banjir dan Longsor Landa Tujuh Titik di Jembrana, Ratusan Rumah Terendam
Persib Bandung Kokoh di Puncak Klasemen Usai Kalahkan Semen Padang 2-0