Angka resmi yang baru saja dirilis menunjukkan ekonomi Vietnam melaju kencang di awal tahun. Pada kuartal pertama 2026, produk domestik bruto (PDB) negara itu tercatat melonjak 7,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bukan pertumbuhan biasa. Menurut laporan kantor statistik nasional Vietnam yang dikutip Xinhua, Minggu (5/4), angka ini adalah yang tertinggi untuk sebuah kuartal pertama dalam 16 tahun terakhir. Sebuah pencapaian yang cukup mengejutkan.
Lalu, dari mana saja pertumbuhannya? Sektor industri dan konstruksi jadi penopang utama, dengan pertumbuhan hampir 9 persen, tepatnya 8,92 persen. Sektor jasa juga tak kalah solid, naik 8,18 persen. Di sisi lain, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh lebih landai di angka 3,58 persen.
Ada cerita menarik di balik angka-angka itu. Ternyata, momen Tahun Baru Imlek berperan besar. Liburan panjang memicu permintaan konsumen yang sangat kuat. Ditambah lagi, gelombang kedatangan wisatawan mancanegara yang meningkat signifikan turut mendongkrak performa perdagangan dan jasa.
Pencapaian ini tentu memberi angin segar bagi pemerintah Vietnam. Sebab, mereka punya target yang cukup ambisius: mengejar pertumbuhan ekonomi dua digit di tahun 2026 ini.
Memang, cerita pertumbuhan Vietnam bukanlah hal baru. Selama beberapa dekade, negeri ini konsisten menunjukkan perkembangan ekonomi yang impresif. Kunci utamanya? Kemajuan pesat di sektor manufaktur yang terus menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.
Kini, dengan start yang kuat di kuartal I-2026, semua mata tertuju pada apakah Vietnam bisa mempertahankan momentum ini dan mewujudkan target besarnya.
Artikel Terkait
Ombudsman Dorong Santri dan Pesantren Tak Ragu Laporkan Dugaan Maladministrasi
Bamsoet: Semangat Kurban Jadi Fondasi Ketahanan Nasional di Tengah Tekanan Global
BSN Salurkan 245 Hewan Kurban ke Masyarakat di Berbagai Wilayah Indonesia
PSC 119 Sidoarjo Tangani 542 Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Sepanjang Januari-Mei