Iran Abaikan Ultimatum Trump, Jenderal Sebut Ancaman AS Bodoh dan Gugup

- Minggu, 05 April 2026 | 05:20 WIB
Iran Abaikan Ultimatum Trump, Jenderal Sebut Ancaman AS Bodoh dan Gugup

Sebelumnya, di platform Truth Social miliknya, Trump memang bersuara keras. "Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk MEMBUAT KESEPAKATAN atau MEMBUKA SELAT HORMUZ," tulisnya pada Sabtu (4/4/2026).

Ia menambahkan, waktu hampir habis. "48 jam sebelum semua Neraka akan menimpa mereka. Segala kemuliaan bagi TUHAN!"

Sebenarnya, ini bukan kali pertama Trump melontarkan ancaman. Awalnya, pada 21 Maret lalu, dia sudah mengancam akan "menghancurkan" pembangkit listrik Iran dimulai dari yang terbesar jika Selat Hormuz tidak dibuka sepenuhnya dan tanpa ancaman dalam waktu 48 jam.

Namun begitu, situasinya sempat berubah. Dua hari setelah ancaman pertama, Trump menyebut ada "percakapan yang sangat baik dan produktif" dengan otoritas Iran. Alhasil, serangan yang dijanjikan itu ditundanya selama lima hari.

Penundaan itu kemudian diperpanjang lagi. Hingga akhirnya, batas waktu yang diberikan berakhir pada pukul 20.00 waktu setempat hari Senin, atau tepatnya pukul 00.00 GMT hari Selasa. Dan seperti yang kita lihat, Iran sama sekali tidak gentar.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar