Hasilnya? Kecaman keras. Dewan Keamanan mengutuk serangan terhadap pasukan UNIFIL dan menuntut investigasi menyeluruh. “Karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” tegas Menlu Sugiono.
Ia kemudian menekankan sebuah poin krusial yang sering terlupakan. “They are peacekeeping, not peacemaking,” katanya. Misi mereka menjaga perdamaian, bukan menciptakannya dengan kekuatan tempur. Perlengkapan dan pelatihannya dirancang untuk situasi itu. Menyerang mereka adalah tindakan yang tak bisa diterima.
Namun begitu, duka dan kecaman saja tidak cukup. Indonesia kini mendorong lebih jauh. PBB diminta melakukan evaluasi total terkait aspek keselamatan pasukan perdamaian di berbagai medan tugas, tak terkecuali di Lebanon. Jaminan keamanan bagi personel di lapangan harus menjadi prioritas mutlak.
Harapan yang sederhana, tapi terasa mahal di tengah medan yang semakin tak terduga. Tiga nyawa telah melayang, menambah daftar panjang pengorbanan untuk perdamaian dunia.
Artikel Terkait
Polda Riau Gagalkan Penyelewengan Ribuan Liter Bio Solar di Pelalawan dan Inhil
Satu Tewas dalam Bentrokan Warga Dua Desa di Luwu, Jalan Trans Sulawesi Terblokade
Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat AS di Isfahan, AS Sebut Pilot Sudah Diselamatkan
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Alasan Keamanan dan Ketegangan Politik Jadi Penyebab