Duka kembali menyelimuti korps perdamaian Indonesia. Tiga prajurit TNI gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon, memaksa pemerintah mengambil langkah tegas di forum internasional.
Mereka adalah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadon. Gugur saat bertugas menjaga gencatan senjata di wilayah yang rawan itu.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan kabar duka ini di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu lalu. Suaranya berat.
Belum jelas benar apa pemicu insiden mematikan itu. Yang pasti, ini bukan kali pertama. Menlu Sugiono mengonfirmasi ada tiga prajurit lain yang terluka dalam kejadian yang sama. “Penyebabnya, seperti dua insiden sebelumnya, masih diinvestigasi oleh UNIFIL,” ujarnya. Ada nada frustrasi yang tertahan di sana.
Jakarta tak tinggal diam. Langkah diplomatik segera diambil. Lewat Perwakilan Tetap di New York, Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat. Desakan itu akhirnya dikabulkan, dengan dukungan Prancis selaku penholder isu Lebanon.
Artikel Terkait
Polda Riau Gagalkan Penyelewengan Ribuan Liter Bio Solar di Pelalawan dan Inhil
Satu Tewas dalam Bentrokan Warga Dua Desa di Luwu, Jalan Trans Sulawesi Terblokade
Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat AS di Isfahan, AS Sebut Pilot Sudah Diselamatkan
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Alasan Keamanan dan Ketegangan Politik Jadi Penyebab