Kebijakan WFH satu hari sepekan ini sendiri datang dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menyampaikannya dalam sebuah konferensi pers di Seoul, Korea Selatan, akhir Maret lalu.
"Ini sebagai langkah adaptif dan preventif," jelas Airlangga kala itu.
Dia menyebut, kebijakan ini bertujuan menciptakan transformasi budaya kerja yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital untuk menghadapi dinamika global.
Rencananya, skema kerja dari rumah ini akan dituangkan dalam Surat Edaran Menpan RB dan Mendagri. Intinya, ini langkah efisiensi dalam rangka antisipasi gejolak geopolitik dunia.
Tapi, tampaknya di Sleman, pertimbangan untuk menjaga kualitas pelayanan di lapangan masih diutamakan. Mereka memilih jalan lain.
Artikel Terkait
Survei Global Tunjuk Jepang sebagai Negara Paling Sopan di Dunia
Polri Kerahkan 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah untuk Jaga Stabilitas
AHY Serukan Kewaspadaan atas Dampak Konflik Global di Misa Paskah Jakarta
Empat Pekerja Tewas di Bak Penampungan Air Proyek Jagakarsa