Kabupaten Sleman memutuskan untuk tidak mengikuti imbauan kerja dari rumah atau WFH bagi ASN-nya setiap Jumat. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, punya alasan yang cukup gamblang: khawatir pelayanan kepada masyarakat jadi kurang optimal.
"Perintah itu saya hormati," ujar Harda, Jumat lalu.
Namun begitu, untuk wilayahnya, dia merasa penerapan WFH bakal mengganggu. "Kalau di Kabupaten Sleman, enggak bisa optimal melayani masyarakat," tegasnya.
Jadi, bagi para ASN di sana, hari Jumat tetap berjalan seperti biasa. Harda memastikan tidak ada masalah dengan keputusan itu.
Di sisi lain, selain soal WFH, sang Bupati mengaku masih mengkaji hal lain. Salah satunya adalah rencana pembatasan BBM dinas. Masih dalam proses identifikasi, katanya.
Artikel Terkait
Survei Global Tunjuk Jepang sebagai Negara Paling Sopan di Dunia
Polri Kerahkan 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah untuk Jaga Stabilitas
AHY Serukan Kewaspadaan atas Dampak Konflik Global di Misa Paskah Jakarta
Empat Pekerja Tewas di Bak Penampungan Air Proyek Jagakarsa