Di sisi lain, Yandri juga menyoroti soal pengelolaan bantuan. Pemerintah pusat menekankan agar dana dikelola dengan penuh kehati-hatian, transparan, dan akuntabel oleh pemda. Ini kunci untuk program pemberdayaan ekonomi desa.
Tujuannya jelas: afirmasi dari pusat jangan sampai menguap begitu saja. Harus ada jejak yang jelas dan manfaat nyata yang benar-benar mendarat di masyarakat.
“Ini juga akan menjadi legacy Pak Bupati dan Pak DPR RI, dan kita semua,” paparnya.
“Jadi mohon dengan sangat, sebab kuncinya di kita semua. Percuma Pak Bupati, Pak DPR keliling pidato program tapi bapak ibu tidak menyambut, tidak mengawal, hilang program itu Pak.”
“Misal dikasih bantuan satu miliar, hilang itu Pak kalau tidak dengan hati. Mungkin sekali panen aja setelah dikasih bantuan itu habis, mati programnya. Tapi kalau dengan hati, komitmen jiwa kita lahir batin, itu bisa Pak,” tutur mantan Ketua Komisi VIII DPR RI itu dengan nada serius.
Sementara itu, Anggota DPR RI F-PAN dapil Sumbar II, Arisal Aziz, melihat kunjungan menteri ini sebagai momentum penting. Banyak hal, katanya, yang harus diraih untuk memperjuangkan keinginan rakyat.
“Kami persilahkan bapak-bapak Wali Nagari untuk bertanya dan menyampaikan langsung ke pak Menteri,” ungkap Arisal.
Dalam kunjungan kerjanya itu, Yandri juga menyempatkan diri untuk salat Jumat di Masjid Syekh Burhanuddin. Usai salat, ia berziarah ke makam ulama besar tersebut.
Syekh Burhanuddin sendiri dikenal sebagai pelopor utama penyebaran Islam di Minangkabau. Caranya khas: lewat pendekatan dakwah yang lembut dan sangat arif terhadap budaya lokal.
Artikel Terkait
ANDALAN dan Jejakin Kolaborasi Restorasi Mangrove dengan Teknologi Pemantauan
Menteri Fadli Zon Resmikan Revitalisasi Museum Cipari, Wujudkan Transformasi Museum Jadi Pusat Pengalaman
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Awan Panas 3,5 Kilometer
Polri Kerahkan Brimob dan Bareskrim Tangani Bentrokan Antar Desa di Halmahera Tengah