“Saya mewakili warga Desa Bolo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Semoga jembatan ini bisa dimanfaatkan oleh warga dan semoga Bapak Presiden selalu diberi kesehatan,” katanya.
Menariknya, gagasan membangun jembatan ini bukan hal baru. Menurut Kepala Dusun Pulo Wetan, Jawadi, wacana itu sudah mengemuka sejak 1992. Tapi selalu mentok. Biayanya terlalu besar, dan akses untuk mengajukan bantuan ke pemerintah nyaris tidak ada.
Keluhan warga, terutama soal anak-anak sekolah, terus menumpuk. Anak-anak SD sering harus dituntun orang tuanya menyeberang. Sungai bukan halangan main-main bagi mereka.
“Selain itu, banyak petani yang lahannya itu berada di seberang sungai. Jadi dengan jembatan ini, proses angkut hasil panen bisa jadi lebih mudah,” jelas Jawadi.
“Saya sebagai wakil dari masyarakat, berterima kasih sekali kepada Bapak Prabowo atas jembatan di Desa Bolo ini. Semoga nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat banyak,” tuturnya.
Proyek yang dikerjakan secara gotong royong ini ditargetkan rampung dalam satu bulan. Partisipasi warga di sini sangat aktif. Mereka tak sabar menanti hari di mana jembatan itu resmi digunakan.
Harapannya jelas. Selain memutus isolasi, jembatan gantung ini diharapkan bisa memacu roda perekonomian. Kesejahteraan warga di kawasan terpencil itu, lambat laun, semoga ikut terdongkrak. Sebuah penghubung kecil, dengan dampak yang diharapkan sangat besar bagi kehidupan mereka.
Artikel Terkait
AHY Serukan Kewaspadaan atas Dampak Konflik Global di Misa Paskah Jakarta
Empat Pekerja Tewas di Bak Penampungan Air Proyek Jagakarsa
Andre Rosiade Gelar Turnamen Padel Gratis untuk Pererat Olahraga Keluarga
Wakil Ketua MPR Soroti Darurat Pemahaman Bacaan di Kalangan Anak Indonesia