Ledakan di El Addaiseh, Lebanon selatan, pada Kamis lalu bukan insiden biasa. Tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah bendera UNIFIL menjadi korban. Mereka terluka. Kejadian ini langsung memantik reaksi keras dari Jakarta.
Lewat unggahan di media sosialnya, Kementerian Luar Negeri tak cuma menyampaikan duka. Mereka menyebut ini sebagai insiden serius ketiga yang menimpa pasukan Indonesia di wilayah itu hanya dalam rentang satu minggu. “Ini tidak bisa diterima,” tegas pernyataan itu, Sabtu (4/4/2026).
Nada yang digunakan jelas-jelas prihatin dan mendesak. Menurut Kemlu, apapun penyebabnya, kejadian beruntun ini menunjukkan satu hal: situasi di lapangan semakin berbahaya bagi pasukan PBB. Maka, perlindungan bagi mereka harus segera ditingkatkan.
“Indonesia kembali meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera mengusut semua insiden terhadap UNIFIL,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Tak cuma berhenti di permintaan investigasi. Pemerintah juga mendorong pertemuan darurat antara negara-negara yang menkontribusikan pasukan. Tujuannya, evaluasi situasi dan mencari langkah konkret agar personel di lapangan lebih aman.
Di sisi lain, Kemlu juga menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan. Kronologi kejadian harus jelas, pihak yang bertanggung jawab harus diungkap. Akuntabilitas, ditegaskan, adalah hal mutlak.
Latar belakang insiden ini pun disorot. Ledakan terjadi di tengah eskalasi serangan Israel ke Lebanon. Operasi militer Israel di selatan Lebanon disebut terus berlanjut, disertai pernyataan-pernyataan yang berpotensi memanaskan keadaan. Semua ini, menurut Kemlu, berisiko mendestabilisasi kawasan dan yang jelas terus membahayakan nyawa pasukan perdamaian PBB.
Pesan Indonesia tegas: keselamatan personel penjaga perdamaian adalah harga mati. Membahayakan mereka sama saja melanggar hukum internasional. Pelanggaran seperti itu tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Pernyataan itu ditutup dengan doa. “Indonesia mendoakan pemulihan cepat bagi para personel yang terluka serta menyampaikan solidaritas kepada mereka dan keluarganya.”
Suara itu menggema dari Jakarta, menuntut tindakan cepat di tengah situasi yang makin panas.
Artikel Terkait
Bojan Hodak Sebut Borneo FC Tim Solid tapi Kurang Beruntung, Persib Bandung Kunci Hat-trick Juara
Warga Medan Borong Genset Akibat Pemadaman Listrik Berkepanjangan
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sedang di Sebagian Wilayah Sumut pada Minggu, 24 Mei 2026
Iran Ancam AS dengan Kehancuran Lebih Dahsyat Jika Perang Kembali Pecah