Pemerintah Siapkan Skema Rusun Baru untuk MBR dan Kelas Menengah

- Rabu, 01 April 2026 | 19:15 WIB
Pemerintah Siapkan Skema Rusun Baru untuk MBR dan Kelas Menengah

Jakarta, 1 April 2026 – Kebutuhan rumah di kota-kota besar makin kompleks. Tak cuma soal jumlah, tapi juga variasi. Menjawab hal ini, pemerintah kini menyiapkan skema baru pembangunan hunian vertikal atau rusun yang menargetkan dua kelompok sekaligus: masyarakat berpenghasilan rendah dan kelas menengah tangguh.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengungkapkan hal itu dalam sebuah konferensi pers di Kantor BP BUMN, Rabu lalu. Menurutnya, kebijakan ini penting untuk mengakomodasi karakteristik dan kebutuhan yang berbeda dari masing-masing segmen.

"Yang penting aturannya sudah disiapkan untuk dua-duanya. Mau digabung atau dipisah, kita lihat nanti. Tapi intinya semua sudah siap," tegas Maruarar.

Selama ini fokus pemerintah memang lebih banyak tertuju pada penyediaan rumah subsidi. Namun, tekanan dari kelompok menengah yang juga kesulitan menemukan hunian layak di lokasi strategis ternyata tak bisa diabaikan. Mereka punya selera dan kemampuan ekonomi yang berbeda.

"Kelas menengah juga banyak yang memerlukan, dengan selera, desain, dan lokasi yang berbeda," tambahnya.

Di sisi lain, upaya ini akan didukung dengan pemanfaatan aset-aset BUMN yang selama ini menganggur. Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyatakan komitmennya.

"Aset-aset yang tadinya tidak termanfaatkan dengan baik akan kita berikan semaksimal mungkin untuk masyarakat," kata Dony.

Jadi, gambaran besarnya begini. Ke depan, kota-kota besar tak hanya akan dihuni oleh rusun sederhana. Akan ada pilihan lain untuk kalangan menengah, dengan desain dan fasilitas yang lebih disesuaikan. Tentu saja, implementasinya masih perlu dilihat. Bagaimana skema subsidi dan komersial ini berjalan berdampingan tanpa menimbulkan kesenjangan baru di satu lokasi, itu yang masih jadi pekerjaan rumah.

Langkah ini setidaknya menunjukkan adanya pengakuan bahwa masalah perumahan itu berlapis. Solusinya pun harus berlapis, tidak bisa seragam. Tinggal tunggu realisasinya saja.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar