Sebenarnya, sinyal positif dari Tehran sudah lebih dulu terdengar. Sebelum pernyataan Andre, Kementerian Luar Negeri RI melalui juru bicaranya, Yvonne Mewengkang, telah menyampaikan hal serupa pada akhir pekan lalu. Pemerintah Iran disebut memberi pertimbangan positif terkait keamanan perlintasan kedua kapal milik Pertamina Group itu.
"Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Tehran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Tehran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," jelas Yvonne dalam keterangannya, Sabtu (28/3).
Namun begitu, izin saja belum cukup. Ada persiapan teknis yang harus diselesaikan dulu oleh Pertamina. Semua harus dipastikan siap, mulai dari asuransi hingga kondisi kru kapal.
"Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal, sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari pemerintah Iran tersebut," imbuhnya.
Di sisi lain, upaya diplomasi terus berjalan. Kemlu RI dan KBRI Tehran berjanji tetap berkoordinasi dengan semua pihak. Tujuannya satu: memastikan kedua kapal itu bisa melintas dengan selamat, meninggalkan ketegangan di Selat Hormuz yang memanas akibat perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Panglima Pastikan Hak Keluarga Terpenuhi
Pemkot Bogor Terapkan WFH Setiap Jumat dan Potong Anggaran Bensin Pejabat
Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter
Presiden Korea Selatan Sampaikan Belasungkawa Atas Gugurnya Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon