Ia lantas memuji perhatian ketua komisi terhadap kasus ini. "Dari awal saya mengikuti, Pak Ketua sangat memperhatikan," sambungnya.
Benny berpendapat, alat kelengkapan dewan lain perlu dilibatkan. Misalnya Komisi I yang bermitra dengan TNI, atau Komisi XIII yang menangani isu HAM. "Karena ini mungkin melibatkan TNI, barangkali perlu melibatkan komisi lain melalui pansus," ujarnya.
Dukungan serupa datang dari Ketua YLBHI, Muhamad Isnur. Dalam kesempatan itu, Isnur mendorong DPR untuk menunjukkan komitmen nyata.
"Saya berharap minimal Komisi III bisa mendorong pemerintah untuk membuka lebih lanjut siapa aktor intelektualnya. Tujuannya agar kejadian seperti ini tidak terulang," tegas Isnur.
Ia punya harapan konkret. Pembentukan pansus atau panitia kerja (panja) untuk mengawal kasus ini, serta audit serius terhadap pengawasan intelijen.
"Langkah-langkah baik itu Panja maupun Pansus kami harapkan ada. Pengawasan intelijen juga harus diaudit dengan serius," imbuhnya.
Semua usulan dan opsi itu kini menunggu keputusan rapat pleno. Langkah DPR selanjutnya dinanti banyak pihak.
Artikel Terkait
Dirjen Imigrasi Baru Tegaskan Pentingnya Baca Arah Pikiran Presiden Prabowo
Wapres Gibran Dukung Penyelidikan Tuntas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Presiden Korea Selatan Sampaikan Belasungkawa Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Awkarin Bikin Heboh dengan Unggahan Test Pack Positif