Dari pemeriksaan sementara, penyebabnya diduga kuat karena usia bangunan. Rangka kayu yang lapuk dan genteng tua yang menyerap air hujan membuat beban di atap tak tertahankan lagi. Kombinasi mematikan antara material usang dan cuaca ekstrem.
Di sisi lain, proses pembersihan sudah dimulai. Enam personel Koramil turun tangan, bahu-membahu dengan warga sekitar mengangkati puing-puing kayu dan genting yang berserakan. Suasana gotong royong masih terasa di lokasi kejadian.
Sementara menunggu kondisi rumahnya bisa diperbaiki, Sutaji terpaksa mengungsi. Dia kini tinggal sementara di rumah kerabatnya di Kelurahan Setonopande.
Pihak kelurahan pun mengimbau. Terutama bagi pemilik rumah berusia tua, kewaspadaan harus ditingkatkan. Mengingat, kata mereka, hujan masih berpotensi mengguyur dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan. Ancaman serupa bisa saja terjadi di tempat lain.
Artikel Terkait
Dirjen Imigrasi Baru Tegaskan Pentingnya Baca Arah Pikiran Presiden Prabowo
Wapres Gibran Dukung Penyelidikan Tuntas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Presiden Korea Selatan Sampaikan Belasungkawa Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Awkarin Bikin Heboh dengan Unggahan Test Pack Positif