Yang menarik, pernyataan resmi menyiratkan bahwa kecelakaan ini murni disebabkan faktor internal pesawat.
"Tidak ada benturan pada pesawat,"
lapor TASS. Pernyataan itu secara tidak langsung menepis kemungkinan keterlibatan rudal, serangan drone, atau bahkan tabrakan dengan burung. Alih-alih, fokus penyelidikan diarahkan pada masalah teknis yang mungkin terjadi mendadak.
"Penyebab awal kecelakaan adalah kerusakan teknis. Sebuah komisi dari militer sedang bekerja di lokasi kejadian,"
tambah laporan tersebut. Memang, dalam beberapa tahun terakhir, insiden serupa telah beberapa kali menimpa pesawat legendaris buatan era 1960-an ini, baik yang dioperasikan militer maupun maskapai sipil untuk angkutan barang. Kejadian di tebing Krimea ini seolah menambah daftar kelamnya.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 1,91% ke 7.184, Ikuti Euforia Pasar Asia
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Panglima Pastikan Hak Keluarga Terpenuhi
Pemkot Bogor Terapkan WFH Setiap Jumat dan Potong Anggaran Bensin Pejabat
Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter