Harga minyak dunia anjlok pada perdagangan Selasa. Penurunan tajam ini terjadi tak lama setelah televisi pemerintah Iran menyiarkan sejumlah pernyataan dari Presiden Masoud Pezeshkian yang dianggap bernada positif.
Dalam percakapan telepon dengan Presiden Dewan Eropa António Costa, Pezeshkian menyoroti kegagalan diplomasi dengan Amerika Serikat. "Iran terlibat dalam pembicaraan dengan iktikad baik dengan AS, hanya untuk diserang secara ilegal di tengah negosiasi. Ini membuktikan AS menolak diplomasi," katanya, seperti dikutip stasiun TV pemerintah.
Namun begitu, ia juga menyampaikan pesan yang lebih lunak mengenai resolusi konflik. "Solusinya adalah mengakhiri agresi. Iran tidak menginginkan perang tetapi siap mengakhirinya dengan jaminan terhadap serangan lebih lanjut," tambah Pezeshkian, seperti dilaporkan Investing.com, Rabu (1 April 2026).
Pasar bereaksi cepat. Harga minyak mentah Brent berjangka, patokan internasional, langsung terperosok. Kontrak yang berakhir pada Juni terakhir terpangkas 3,4 persen, menyentuh level USD103,78 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) standar AS, juga melemah satu persen ke posisi USD101,90 per barel.
Ancaman Baru untuk Perusahaan AS di Timur Tengah
Di sisi lain, ada perkembangan lain yang turut membebani sentimen pasar. Iran mengancam akan mulai membidik fasilitas perusahaan-perusahaan besar AS di kawasan Timur Tengah. Menurut siaran televisi pemerintah, Garda Revolusi Iran telah mengirim peringatan kepada 18 perusahaan teknologi AS termasuk raksasa seperti Microsoft, Apple, dan Alphabet untuk bersiap menghadapi serangan yang rencananya dimulai 1 April.
Artikel Terkait
Trump Teken Perintah Eksekutif Batasi Ketat Pemungutan Suara Lewat Pos
Kondisi Psikologis Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Dilaporkan Stabil
Polisi Tangkap Pengedar 100 Vape Berisi Narkoba Etomidate di Tanjung Priok
Yamaha Imbau Pemeriksaan Motor Usai Mudik Lebaran