Suasana di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Rabu malam itu, berakhir dengan kesimpulan yang mungkin tak sepenuhnya memuaskan bagi tuan rumah. Timnas Belanda cuma bisa meraih hasil imbang 1-1 kala menjamu Ekuador dalam sebuah laga uji coba. Tapi cerita pertandingannya jauh lebih seru dari sekadar angka itu. Drama utamanya? Kartu merah cepat yang diterima Denzel Dumfries di menit awal, yang langsung mengubah peta permainan.
Sebenarnya, Belanda memulai dengan sempurna. Baru tiga menit berjalan, mereka sudah unggul. Tekanan tinggi "Oranje" memaksa bek Ekuador, Willian Pacho, melakukan blunder. Saat berusaha menghalau umpan silang berbahaya di muka gawangnya sendiri, bola justru mendarat di jala. Gol bunuh diri. Start yang ideal bagi skuad Ronald Koeman.
Momentum Berbalik 180 Derajat
Namun begitu, suasana itu tak bertahan lama. Hanya sembilan menit setelah gol, petaka datang. Denzel Dumfries melakukan tekel keras yang dinilai wasit membahayakan. Kartu merah langsung diacungkan. Sejak menit ke-12 itu, Belanda harus bertahan dengan sepuluh pemain. Strategi pun berubah total; dari menekan jadi lebih banyak mengurung diri di pertahanan.
Keunggulan jumlah pemain jelas dimanfaatkan Ekuador. Mereka mendominasi penguasaan bola, menekan tanpa henti. Serangan bertubi-tubi itu akhirnya membuahkan hasil di babak kedua.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Kementerian Kehutanan Tingkatkan Antisipasi Karhutla Jelang Kemarau Panjang 2026
Rubio Sebut Garis Akhir Perang dengan Iran Sudah Tampak, Vatikan Serukan Dialog
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Artileri di Lebanon Selatan, Satu Personel Kritis
Pria Lansia di Banjarmasin Tewas Ditusuk Diduga oleh Adik Iparnya