Seruannya jelas: 'Kembali ke meja perundingan untuk berdialog, mari kita cari solusi untuk masalah'.
Paus Leo kemudian mengaitkan momentum ini dengan perayaan Paskah yang akan dijalani umat Kristiani akhir pekan ini. Ia merasa, inilah waktu yang paling tepat untuk berdamai. Seharusnya, ini adalah masa tersuci dalam setahun waktu untuk merenung, waktu untuk kedamaian.
Namun begitu, realitanya pahit.
"Kita semua tahu, di luar sana, di banyak tempat, penderitaan masih merajalela," keluhnya. Suaranya terdengar berat. "Begitu banyak kematian, bahkan menimpa anak-anak yang tidak bersalah."
Paus mengakhiri pernyataannya dengan keprihatinan mendalam. Meski seruan perdamaian terus digaungkan, sayangnya masih banyak pihak yang justru mempromosikan kebencian, kekerasan, dan perang.
Artikel Terkait
Bupati Lebak Sebut Status Mantan Napi Wakilnya, Halalbihalal Berakhir Ricuh
Pemerintah NTB Minta Masyarakat Tenang, Pastikan Stok BBM Aman dan Harga Belum Naik
Pemeriksaan Andrie Yunus Tertunda, Dokter Larang TNI Wawancara Korban
Polisi Ungkap Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan dan Mutilasi di Kios Ayam Geprek Bekasi