Namun begitu, ada juga imbauan penting yang disampaikan perusahaan. Mereka tak ingin masyarakat terjebak dalam kepanikan yang tidak perlu.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu panic buying," ujar Roberth dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/3/2026).
Pesan untuk berhemat ini bukan sekadar formalitas. Penggunaan energi yang bertanggung jawab disebut sebagai kunci penting ketahanan energi nasional. Pertamina mengajak semua pihak, dari level individu sampai institusi, untuk bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah soal penghematan ini.
Yang tak kalah krusial: masyarakat diharapkan lebih kritis. Jangan mudah percaya pada informasi yang sumbernya tidak jelas, yang justru bisa memicu antrean dan panic buying. Partisipasi aktif publik dengan menjaga konsumsi yang wajar akan sangat meringankan kerja distribusi di lapangan.
Pada akhirnya, semua ini bermuara pada harapan yang sama. Melalui sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, ketersediaan energi nasional diharapkan bisa tetap stabil. Stok yang aman tentu akan mendukung aktivitas sehari-hari dan, yang lebih luas, pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Artikel Terkait
Harga Minyak Anjlok Usai Pernyataan Lunak Presiden Iran
Buronan Interpol Bos Mafia Skotlandia Ditangkap di Bandara Bali
YLBHI Desak Kasus Penyiksaan Andrie Yunus Ditangani Peradilan Umum, Bukan Militer
Oknum Serka ATP Diduga Jadi Calo Penerimaan Prajurit di Maluku Tengah