Delapan prajurit TNI menjadi korban serangan di Lebanon Selatan. Tiga di antaranya gugur. Mereka sedang bertugas sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB, UNIFIL, ketika insiden beruntun terjadi.
Menurut keterangan resmi, serangan pertama terjadi Minggu (29/3) lalu. Lokasinya di markas UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr. Dalam serangan ini, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur. Farizal yang bertugas di Yonif 113/JS itu meninggalkan seorang istri dan anak berusia dua tahun. Sungguh memilukan.
Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Narsullah, menyebut ada tiga prajurit lain yang terluka. Dua dirawat di rumah sakit lapangan UNIFIL. Satu lagi, Praka Rico, kondisinya lebih serius.
"Praka Rico dievakuasi dengan helikopter ke Rumah Sakit St George di Beirut untuk penanganan intensif," jelasnya.
Sementara jasad Farizal disemayamkan sementara di markas sektor timur UNIFIL.
Belum usai duka, esok harinya, Senin (30/3), tragedi kedua terjadi. Dua prajurit lagi gugur. Mereka adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Saat itu, mereka sedang mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di wilayah yang sama. Kendaraan mereka tiba-tiba meledak.
"Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik yang tinggi," kata Aulia, seperti dilaporkan Antara, Selasa (31/3).
Dalam ledakan itu, dua prajurit lainnya, Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, mengalami luka-luka. Situasi di lapangan memang sedang sangat panas dan tidak menentu.
Soal siapa pelaku sebenarnya, TNI menyatakan masih menunggu hasil investigasi resmi dari UNIFIL. Namun begitu, serangan ini jelas menimpa posisi dan kendaraan yang dikenali sebagai milik pasukan PBB.
"TNI telah mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai SOP UNIFIL. Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut," tegas Aulia.
Dengan tambahan korban di hari Senin, total prajurit TNI yang gugur menjadi tiga orang. Sementara yang luka-luka berjumlah lima orang. Berikut nama-namanya:
Gugur:
Praka Farizal Rhomadhon
Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar
Sertu Muhammad Nur Ichwan
Luka-luka:
Praka Rico Pramudia
Praka Bayu Prakoso
Praka Arif Kurniawan
Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana
Praka Deni Rianto
Korban jiwa dalam misi perdamaian ini menjadi pengingat pahit betapa berisikannya tugas di daerah konflik. Meski dibawah bendera PBB, nyawa para prajurit tetap terancam. Keluarga di tanah air pun kini berduka.
Artikel Terkait
Polri Mediasi Konflik Buruh, Perusahaan Bayar Kompensasi PHK dan Upah Rp10 Miliar
Polri Luncurkan E-Sport Kapolri Cup 2026, Wadah Kompetisi dan Edukasi Digital bagi Generasi Muda
Kim Yo-jong Tegaskan Program Nuklir Korut Tak Bisa Ditawar Jelang Kunjungan Xi Jinping
Rekomendasi Film Akhir Pekan: Jun Ji-hyun Berburu Wabah Zombie, Kisah Inspiratif Pemain Mobile Legends, hingga Petualangan He-Man