Di sisi lain, ia menekankan bahwa karakter bangsa Indonesia sebagai bangsa timur tak bisa dipisahkan dari nilai spiritual dan agama. Hal ini, katanya, tercermin jelas dalam konsep Negara Kertagama, di mana kemakmuran sejati berakar pada keluhuran nilai hidup.
"Momen haul seperti ini harus kita manfaatkan untuk membangkitkan lagi kearifan lokal dan keluhuran para leluhur," katanya. Tujuannya jelas: agar bangsa ini punya jati diri yang kuat dan tak mudah goyah.
Bagi Jabo, peringatan haul bukan ritual tahunan belaka. Ini adalah ruang untuk menyatukan hati, memperkuat kebersamaan. "Malam ini adalah malam manunggal. Masyarakat menyatu dengan pemimpinnya, dengan para ulamanya. Inilah basis persatuan kita," ungkapnya penuh keyakinan.
Lebih jauh, ia mengajak semua elemen masyarakat untuk terus merawat semangat gotong royong. Hanya dengan persatuan nasional yang solid, cita-cita Indonesia yang adil dan makmur bisa diwujudkan.
Ia bahkan mendukung penuh agar Haul Sultan Maulana Hasanuddin ini tak hanya jadi agenda daerah. "Ini berpotensi besar untuk masuk dalam Kalender Event Nasional," ucapnya.
Acara yang digelar di Kasemen, Kota Serang itu juga dihadiri sejumlah tokoh penting. Tampak hadir Gubernur Banten Andra Soni, Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi, serta Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto. Tak ketinggalan, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Wali Kota Serang Budi Rustandi, dan sejumlah pejabat tinggi daerah serta para ulama turut memenuhi undangan.
Artikel Terkait
NATO Tembak Jatuh Rudal Iran yang Masuk Wilayah Udara Turki
Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 121 Dunia Usai FIFA Series 2026
Rusia Rancang Aturan Legalkan Mobil Curian dari Uni Eropa, Jerman Khawatir
Dua Prajurit TNI Gugur dalam Ledakan Saat Bertugas di Lebanon Selatan