Tentu saja, korban tak terima dengan tuduhan itu. Rasanya, harga dirinya diinjak-injak. Emosi pun memuncak, cekcok verbal tak terhindarkan. Merasa dirugikan, korban memilih pulang sebentar. Bukan untuk menenangkan diri, melainkan mengambil parang. Dia kembali ke lokasi dengan niat menantang si penuduh.
"Pelaku tidak menerima tantangan itu," lanjut Nasrun.
Alih-alih mundur, Adrin malah mengambil parang dari bengkel tempatnya biasa bekerja. Saat itulah situasi berbalik. Korban yang awalnya membawa parang justru lari ketakutan. Aksi kejar-kejaran pun dimulai di lorong yang sama. Beberapa kali tebasan Adrin meleset.
Namun nasib berkata lain. Korban terjatuh. Dalam posisi tak berdaya itulah, parang milik Adrin akhirnya menemui sasarannya. Tebasan mendarat di kaki dan tangan korban.
Setelah melakukan penyelidikan lebih dari seminggu, pelaku akhirnya berhasil dicokok. Operasi gabungan Opsnal Polsek Mamajang dan Bantis Subden Gegana Satbrimob Polda Sulsel berhasil menangkap Adrin di kawasan Rappocini, Makassar, pada Senin malam. Penangkapan ini mengakhiri pelariannya yang sempat membuatnya menjadi buron.
"Yang diamankan satu orang atas nama Adrin ini," pungkas Ipda Nasrun.
Artikel Terkait
Bagian Tubuh Korban Mutilasi Bekasi Ditemukan di Bogor
Pelatih Bulgaria Apresiasi Perkembangan Timnas Indonesia Usai Kalah Tipis di Final FIFA Series
Bocah 9 Tahun Tewas Tertabrak Mobil di Halaman Rumah, Sopir Diduga Mengantuk
Herdman Soroti Potensi Doni Tri Pamungkas dan Beckham Putra Usai Kekalahan Timnas