Jalan Nasional Medan-Aceh Mulai Pulih, Bantuan Logistik Kembali Bergerak

- Jumat, 05 Desember 2025 | 17:35 WIB
Jalan Nasional Medan-Aceh Mulai Pulih, Bantuan Logistik Kembali Bergerak

Pasca banjir dan longsor yang melanda Aceh dan Sumatera Utara, upaya pemulihan jalan nasional terus digenjot. Kementerian PU kini fokus membuka kembali koridor penghubung yang vital, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang dan Langkat. Kenapa? Akses ini jadi nadi bagi distribusi bantuan dan mobilitas warga di wilayah perbatasan yang terdampak parah.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan seluruh jajarannya bergerak cepat bersama pemda. Tujuannya satu: membuka jalan yang terputus. Langkah ini tak hanya untuk bantuan, tapi juga mengikuti arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Prioritas pertama adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman," kata Dody dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/12/2025).

Dia menambahkan, "Kementerian PU akan terus menambah dukungan alat berat dan personel sesuai kebutuhan, serta bekerja erat dengan BPBD dan pemerintah daerah agar penanganan berlangsung efektif."

Di lapangan, kabar baik mulai datang. Hardy Pangihutan Siahaan, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, melaporkan kondisi jalan nasional dari Medan menuju Aceh Tamiang sudah membaik. Kendaraan besar, termasuk truk pengangkut logistik dan sembako dari Medan, sudah bisa melintas masuk ke Tamiang.

Menurut Hardy, rute via tol Medan-Pangkalan Brandan sepanjang 73 km kini sudah bisa dilalui dua arah. "Ini jadi jalur yang paling kami rekomendasikan," ujarnya.

"Jalan nasional ruas Pangkalan Brandan-Tanjung Pura hingga ke arah Aceh masih dapat dilalui. Jalan nasional dan jalan tol dalam kondisi aman, dan kami menyarankan masyarakat menggunakan Tol Medan-Pangkalan Brandan untuk kelancaran perjalanan," jelas Hardy.

Timnya kini masih sibuk membersihkan sisa sedimentasi dan genangan di ruas-ruas jalan nasional. Soal waktu, targetnya ambisius: sebagian besar pekerjaan darurat di koridor Sumut ditargetkan tuntas sebelum 16 Desember 2025. Tak main-main, deadline ini juga beririsan dengan persiapan menyambut puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru.

Sejak hari pertama bencana, mobilisasi peralatan dan tenaga sudah dilakukan bertahap. Tak hanya di Aceh dan Sumut, Sumatera Barat juga mendapat perhatian. Total, ada 310 personel tanggap darurat Kementerian PU yang dikerahkan. Rinciannya: 121 orang di Aceh, 85 di Sumut, dan 104 orang lagi di Sumbar.

Dukungan alat berat pun dikerahkan dalam jumlah signifikan. Di Aceh, ada 13 excavator, 9 loader, dan 16 dump truck. Untuk Sumatera Utara, jumlahnya lebih besar: 27 excavator ditambah 8 loader dan 4 backhoe loader, dengan tambahan alat lain masih dalam perjalanan. Sementara di Sumatera Barat, selain 19 excavator dan 11 dump truck, juga disiagakan pompa air untuk antisipasi banjir.

Kerja besar masih menanti, tapi akses yang perlahan pulih memberi secercah harapan bagi distribusi bantuan yang lebih lancar.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler