Warga Kalianyar, Tambora, geram. Di jalan samping Kali Kanal Banjir Barat, tumpukan sampah di tempat penampungan sementara (TPS) dibiarkan menggunung berhari-hari. Tak tahan dengan bau dan kemacetan yang ditimbulkan, mereka akhirnya memasang spanduk protes. Aksi itu langsung menarik perhatian.
"Iya, spanduk itu kami yang pasang," ujar M. Toyib, Ketua RT 12 setempat.
Dia tak menyangkal. Sampah itu, menurutnya, lama sekali tak diangkut dan benar-benar mengganggu. "Bahkan bikin macet, soalnya lokasinya ya di jalan itu," tambahnya.
Rupanya, masalahnya berawal dari Bantargebang. Gangguan di TPST sana berimbas hingga ke Jakarta Barat. Dinas Lingkungan Hidup bahkan sempat mengeluarkan imbauan agar sementara waktu sampah tidak dibuang ke TPS.
"Instruksinya keluar tanggal 8 Maret lalu," jelas Toyib.
Alhasil, di permukiman padat itu, sampah pun menumpuk tak karuan. Keadaan itu terekam kamera warga dan menyebar viral di media sosial. Dalam beberapa video yang beredar sekitar akhir Ramadhan hingga Lebaran, terlihat jelas gunungan sampah memenuhi jalan dari arah Season City menuju Roxy. Pemandangan yang sungguh tidak sedap dipandang.
Untungnya, beberapa hari pasca-Lebaran, tepatnya 24-25 Maret, sampah akhirnya diangkut. "Dua hari diangkut sampai bersih, terus lokasinya langsung disterilkan," kata Toyib.
Lantas, mengapa spanduk protes masih terpasang? Ternyata, persoalannya lebih dalam. Menurut Toyib, ini soal ketiadaan lahan yang layak. Warga terpaksa memakai pinggir jalan sebagai pembuangan, dan tentu saja sebagian besar menolak.
Artikel Terkait
Polri Resmikan Sumur Bor dan Bantu Pembangunan Rumah Al-Quran di OKU Timur
Timnas Indonesia Takluk 0-1 dari Bulgaria, Gagal Juara FIFA Series 2026
Iran Siap Hadapi Invasi AS, Ancaman Pasukan Jadi Santapan Hiu di Teluk Persia
Megawati Instruksikan PDIP Beri Penghormatan Terbaik untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon