Ia punya alasan kuat. Baginya, transportasi adalah salah satu pengeluaran terbesar rumah tangga. Karena itu, kehadiran layanan publik yang terjangkau dan berkualitas mutlak diperlukan untuk meringankan beban warga.
Memasuki usia ke-12, TransJakarta tak berhenti berinovasi. Mereka membuka rute baru, contohnya Cawang–Cikarang, untuk mendukung mobilitas para pekerja. Layanan menuju Bandara Soekarno-Hatta juga mencatat kinerja positif, melayani 18,9 ribu pelanggan hanya dalam 13 hari saat periode mudik Lebaran 2026.
Soal peningkatan kualitas, Direktur Utama TransJakarta, Welfizon Yuza, punya sejumlah program. Salah satunya adalah Transjakarta Akademi yang dirancang untuk memperkuat kompetensi para pramudi.
“Sebanyak 125 peserta telah dipersiapkan untuk mendukung peremajaan pramudi Mikrotrans. Program ini merupakan kerja sama Pemprov DKI Jakarta, TransJakarta, dan Baznas, dengan pembiayaan SIM dan sertifikasi melalui program CSR,” jelas Welfizon.
Tak cuma itu, mereka bahkan menyiapkan 20 pramudi terbaik untuk mengikuti program pertukaran ke Jepang. Tujuannya jelas: meningkatkan standar pelayanan dan profesionalisme.
Dengan segudang capaian dan terobosan itu, Pemprov DKI Jakarta optimis. Mereka yakin TransJakarta akan terus berkembang jadi sistem transportasi yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Sekaligus, tentu saja, menjadi kebanggaan warga Jakarta.
Penulis: Hidati Robihah | Editor: Redaktur
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Bertemu Kaisar Naruhito dan PM Takaichi di Tokyo
SBY Kenang Juwono Sudarsono sebagai Pemikir Cemerlang di Balik Reformasi TNI
Tiga Mantan Anggota OPM di Sinak Kembali dan Sumpah Setia kepada NKRI
Kapten Idzes: Laga Lawan Bulgaria Ujian Nyata untuk Timnas Indonesia