"Semua itu perlu dipastikan dulu sebelum respons positif dari Iran bisa ditindaklanjuti," ucapnya.
Dia menambahkan bahwa Kemlu dan KBRI Tehran tak akan berhenti berkoordinasi. Upaya memastikan keamanan pelintasan kedua kapal itu tetap menjadi prioritas.
Latar belakang masalah ini memang rumit. Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia, praktis ditutup oleh Iran sejak akhir Februari lalu. Penutupan itu adalah respons atas serangan AS dan Israel. Dampaknya langsung terasa: pasar energi global goncang dan ratusan kapal termasuk milik Indonesia terjebak, tak tahu kapan bisa melanjutkan perjalanan.
Nah, dengan sinyal positif untuk kapal Pertamina ini, setidaknya ada sedikit angin segar di tengah situasi yang masih sangat tegang.
Artikel Terkait
Anggota DPRD Palembang Dukung Pembatasan Akun Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series 2026 di GBK
TNI AU Gelar Bakti Sosial, Berikan Kaki Palsu Gratis di Yogyakarta
Pengamat: Pembatasan Media Sosial untuk Anak Bisa Tingkatkan Kualitas Pendidikan