Menariknya, produk-produk dari Teras Balongan ini sudah menyeberang lautan. Mereka kerap dijadikan buah tangan oleh para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kembali ke tempat kerjanya di luar negeri.
“Rengginang kami pernah sampai Australia. Ada juga yang terbawa ke Taiwan dan Hong Kong, dibawa oleh teman-teman yang bekerja di sana,” imbuh Mahani dengan nada bangga.
Teras Balongan sendiri diresmikan pada 2025 dan beranggotakan komunitas UMKM di sekitar Kilang Balongan. Saat ini, sudah ada 22 pelaku usaha yang tergabung dengan beragam produk unggulan.
Di sisi lain, Baron menekankan bahwa pembinaan yang dilakukan Pertamina bersifat berkelanjutan. Tidak hanya sekadar memberi tempat jualan.
“Kami secara konsisten meningkatkan kapasitas mereka melalui berbagai program. Salah satunya lewat UMK Academy yang memberikan pelatihan menyeluruh, dari manajemen usaha dasar sampai ke strategi pemasaran digital,” sebutnya.
Upaya-upaya seperti ini, meski mungkin tidak terdengar spektakuler, punya dampak riil. Ia menyentuh langsung kehidupan pelaku usaha kecil, membantu produk lokal dikenal, dan pada akhirnya menggerakkan roda ekonomi dari tingkat yang paling dasar.
Artikel Terkait
Garena Bagikan 30 Kode Redeem Free Fire Gratis untuk 28 Maret 2026
LRT Sumsel Angkut Lebih dari 213 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran 2026
Mentan: Indonesia Jadi Rujukan Swasembada Pangan, Tapi Ancaman Impor Masih Nyata
Thailand dan Iran Sepakati Jaminan Keamanan untuk Kapal Tanker di Selat Hormuz