Perwakilan panitia, Hari Subagyo, mengungkapkan bahwa penggalangan dana sedang gencar dilakukan. Dana itu nantinya akan membantu menutupi biaya untuk atlet, pelatih, hingga pendamping, terutama mereka yang berasal dari daerah dengan kondisi ekonomi terbatas.
"Kebutuhan biaya selama pelaksanaan cukup besar. Karena itu, kami mengajak partisipasi publik melalui donasi yang akan dikelola secara transparan dan akuntabel," kata Hari.
Rencananya, acara puncak gala dinner akan dihelat pada 22 Mei 2026 di Auditorium RRI, Jakarta. Agenda yang disiapkan cukup beragam, mulai dari lelang karya seni dan kain tenun, pertunjukan seni, sampai pameran karya para penyandang disabilitas.
Nezar juga punya catatan penting. Ia mendorong maksimalnya pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan donasi. Bisa lewat aplikasi crowdfunding semacam Kitabisa, atau dengan melibatkan influencer dan tokoh publik.
"Syukur kegiatan ini beroleh dukungan para pemengaruh. Banyak pesohor dan masyarakat umum tergugah peduli dan bersedia berbagi," tuturnya.
Semua upaya ini, pada akhirnya, bermuara pada satu harapan: agar PESONAS 2026 bukan sekadar event, tapi sebuah gerakan yang punya dampak nyata dan panjang.
Artikel Terkait
Vonis Kasus Nurhadi Dijadwalkan 1 April 2026
Prabowo dan Anwar Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis Indonesia-Malaysia
Beckham Putra Nugraha Bawa Indonesia ke Final FIFA Series 2026
Kapolda Jatim Pantau Arus Balik Lebaran dari Udara, Angka Kecelakaan Turun 37%