Kepadatan mulai terasa sejak KM 20. Penyebabnya? Banyak pemudik yang tampaknya kelelahan. Mereka memilih berhenti di bahu jalan atau mencari tempat istirahat. Sayangnya, hampir semua rest area sudah penuh dan tidak sanggup menampung lagi. Akibatnya, terjadi penumpukan di beberapa titik.
Meski begitu, secara umum arus pada malam hari masih bisa dikendalikan. Polisi mengaku bisa mengelola situasi dengan cukup baik.
Di sisi lain, kondisi di jalur arteri atau jalan non-tol ternyata lebih parah. Kepadatannya jauh lebih signifikan, terutama di ruas yang tidak mendapat rekayasa lalu lintas. Pergerakan warga di dalam wilayah aglomerasi dan aktivitas silaturahmi lokal masih berlangsung, meski tidak sampai sesak luar biasa.
Jadi, skema one way ini menjadi andalan untuk menghadapi puncak arus balik nanti. Semua kebijakan akan disesuaikan dengan situasi riil di lapangan. Intinya, polisi ingin pemudik bisa sampai tujuan dengan lebih cepat dan tentunya, selamat.
Artikel Terkait
Maguire: Fondasi Amorim Jadi Kunci Kebangkitan Manchester United
IOC Tetapkan Skrining Gen SRY sebagai Syarat Kelayakan Atlet Perempuan di Olimpiade
Menteri Fadli Zon Canangkan Revitalisasi Menyeluruh Keraton Surakarta
Korlantas Terapkan Rekayasa One Way di Tol Trans Jawa Sambut Arus Balik Lebaran