ungkapnya.
Lalu, apa sih yang bikin orang-orang berduyun-duyun ke sana? Rupanya, ragam hiburan yang ditawarkan pengelola berhasil menarik minat. Salah satu magnet utamanya adalah pertunjukan seni cahaya atau lighting art yang memukau. Belum lagi atraksi lainnya yang bikin suasana makin meriah.
Denny menjabarkan serangkaian acara yang digelar. "Jadi pada H 1 dan H 2 ada penampilan khusus Balle Keroncong. Warga ikut bernyanyi dan meramaikan. Pada H 3 sampai H 4 ada penampilan band dari Komunitas Kota Tua Jakarta. Selain itu museum buka, ada lighting art, rumah hantu, tempat kuliner,"
jelasnya.
Faktor lain yang mendukung? Aturannya yang longgar. Pengelola sama sekali tidak memberlakukan ketentuan khusus bagi wisatawan. Malah, jam operasional kawasan sengaja ditambah satu jam lebih lama di malam hari, sampai pukul 22.00 WIB. Jadi, pengunjung punya waktu lebih buat menikmati suasana Kota Tua di bawah lampu-lampu temaram.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lancar di Brebes-Tegal Meski Volume Kendaraan Capai 300 Ribu
Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Pangkal Balam Mulai Bergerak, Roro Tertunda
Kondisi Mata Andrie Yunus Memburuk, RSCM Temukan Iskemia dan Lakukan Operasi Lanjutan
Mobil Listrik Tercebur ke Kolam Bundaran HI, Pengemudi Selamat