Benarkah Akan Ada Gelombang ke Eropa?
Namun begitu, tidak semua analis sepakat bahwa Jerman akan kebanjiran pengungsi Iran. Gerald Knaus, peneliti migrasi yang cukup dikenal, justru punya pandangan berbeda.
"Bahkan jika perang di Iran meningkat atau rezim runtuh, saat ini kecil kemungkinan banyak orang akan melarikan diri ke Eropa," katanya. Pengalaman beberapa tahun terakhir, menurutnya, menunjukkan pola yang konsisten: konflik di Timur Tengah biasanya berujung pada perpindahan internal atau ke negara tetangga.
"Karena banyak negara di kawasan telah memperketat perbatasannya, saat ini tidak ada jalur pelarian yang realistis menuju Eropa," tambah Knaus.
Fokusnya, katanya, harusnya pada situasi kemanusiaan di dalam Iran itu sendiri. "Meskipun jumlah pengungsi sedikit, tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya di dalam negeri, bisa jadi mereka terjebak dalam bencana kemanusiaan."
Ia mengambil contoh Gaza dan Lebanon. Di sana, krisis kemanusiaan besar-besaran terjadi, tapi hanya segelintir orang yang berhasil mencapai Eropa. Ditambah lagi, pendanaan global untuk organisasi bantuan terus merosot situasi yang memperparah keadaan.
Diaspora yang Sudah Berakar
Jerman sendiri bukanlah tempat asing bagi warga Iran. Negeri ini menampung diaspora Iran terbesar di Eropa, sekitar 319.000 orang. Sekitar 128.000 di antaranya sudah menjadi warga negara Jerman.
Pengalaman Jerman menangani pengungsi memang panjang. Gelombang terbesar terjadi pada 2015–2016, ketika lebih dari satu juta pencari suaka dari Suriah, Irak, dan Afghanistan tiba. Belum lagi gelombang warga Ukraina pasca-invasi Rusia tahun 2022.
Data UNHCR menunjukkan, pada akhir 2025, porsi pengungsi Iran yang tinggal di Jerman mencapai 29%, tertinggi di antara negara tujuan lain seperti Inggris (26%) atau Kanada (8%). Untuk pengungsi Lebanon, Jerman juga di posisi puncak dengan 34%.
Jadi, meski kekhawatiran publik tinggi dan para pejabat sibuk bersiap-siap, masa depan sebenarnya masih kabur. Akankah gelombang itu benar-benar datang? Ataukah ketakutan itu lebih merupakan bayang-bayang dari pengalaman masa lalu? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Bupati Lampung Selatan Gelar Halalbihalal Terbuka untuk Ribuan Warga
Pria Tuli Selamat Meski Terseret Kereta 30 Meter di Surabaya
Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Proyek Sampah Jadi Energi Listrik
Fortuner Ngebut di Bahu Tol Andara, Dua Orang Terluka