“Kami melakukannya dengan kekuatan yang semakin meningkat di seluruh area,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga sipil untuk segera menjauh dari lokasi konflik. “Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi,” pesan Adraee.
Konflik ini seakan mengulang sejarah kelam. Israel pernah menduduki Lebanon selatan selama hampir dua puluh tahun sebelum akhirnya menarik diri di tahun 2000. Kini, mereka kembali menyatakan akan mengamankan wilayah perbatasan hingga ke Sungai Litani, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari garis perbatasan.
Dampaknya sungguh luas. Catatan otoritas Lebanon menyebut kampanye militer Israel telah menewaskan lebih dari seribu orang di sana. Lebih dari satu juta penduduk terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah mereka.
Di sisi lain, warga Israel di wilayah utara juga hidup dalam ketakutan. Sirene serangan udara terus berbunyi, memaksa mereka berlindung. Pada hari Selasa, seorang wanita dilaporkan tewas akibat serangan roket yang diduga berasal dari Lebanon.
Semua ini terjadi dalam konteks ketegangan regional yang semakin memanas. Israel memang tengah gencar melancarkan serangan terhadap Hizbullah, kelompok militan yang didukung oleh Iran. Puncaknya adalah serangan roket Hizbullah awal Maret lalu, yang semakin menyeret Lebanon ke dalam pusaran perang.
Artikel Terkait
Kebijakan WFA 3 Hari Pasca-Lebaran 2026 Berlaku untuk ASN dan Swasta
Arus Balik Lebaran 2026 Macet di Garut, Sistem Satu Arah Diterapkan
Iran Klaim Serang Israel dan Pangkalan AS di Teluk dengan Rudal dan Drone
Dishub DKI Ingatkan Peserta Mudik Gratis 2026 untuk Verifikasi Pukul 06.00 WIB