Jakarta - Libur Lebaran resmi berakhir. Pagi ini, sebagian besar pekerja sudah kembali ke rutinitas. Dampaknya langsung terasa: jalanan ibu kota mulai ramai lagi setelah beberapa hari sepi.
Menurut pantauan TMC Polda Metro Jaya via akun X mereka, Rabu (25/9/2026), kemacetan mulai muncul di beberapa titik. Antrean kendaraan, misalnya, sudah terlihat mengular di Gerbang Tol Halim 2. Situasi serupa terjadi di ruas Tol Jakarta-Tangerang, tepatnya di KM 07 200 Meruya menuju Tomang.
"Situasi arus lalu lintas di Ruas Tol Jakarta-Tangerang KM 07 200 Meruya arah Tomang terpantau padat," tulis laporan tersebut.
Namun begitu, tidak semua ruas jalan berubah jadi lautan kendaraan. Ada juga beberapa titik yang masih terpantau relatif lancar. Lalu lintas di Jalan Pangeran Antasari, dari Cilandak menuju Blok M, masih bergerak dengan baik. Begitu pula kondisi di Tol Jagorawi KM 05 500, ramai tapi lancar di kedua arahnya.
Bundaran Senayan yang biasanya jadi langganan macet pagi hari, pagi ini justru terpantau lebih ringan. Arus kendaraan menuju Semanggi berjalan cukup lancar.
Di sisi lain, laporan dari Jasa Marga sedikit berbeda. Mereka menyebut tidak ada kepadatan yang signifikan. Kemacetan yang terpantau di GT Halim, menurut mereka, lebih disebabkan oleh adanya sistem contraflow yang diterapkan dari Senayan hingga setelah GT Halim 3. Alhasil, kendaraan memang mengantre di titik itu.
Sementara itu, kondisi di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) baik yang menuju Cawang maupun sebaliknya dilaporkan lancar. Tol Jagorawi yang mengarah ke Cawang juga sama, arusnya tidak terkendala.
Selepas libur panjang, ritme kota pelan-pelan kembali normal. Kemacetan mulai muncul di titik-titik biasa, tapi sejauh ini belum separah yang dibayangkan.
Artikel Terkait
Polisi Gugur Ditembak saat Gagalkan Curanmor di Bandar Lampung, Naik Pangkat Anumerta
Bayern Muenchen Kalahkan Wolfsburg 1-0, Kokoh di Puncak Klasemen Bundesliga
Dewa United Taklukkan Bogor Hornbills 97-91, Pelatih Soroti Kunci Kebangkitan di Babak Kedua
Kemdiktisaintek Dorong Perguruan Tinggu di Kalimantan Manfaatkan IKN sebagai Laboratorium Hidup Terbesar