Poinnya sederhana: generasi muda harus berani keluar dari zona nyaman. Jangan batasi diri. Belajarlah sejauh mungkin, ambil ilmu dari berbagai sumber pengetahuan global. Hanya dengan cara itu kemajuan bisa diraih.
Di sisi lain, Aksa juga menekankan betapa krusialnya peran pemimpin, baik di lingkup pemerintahan maupun dunia usaha. Karena itu, pendidikan berkualitas bukan lagi pilihan, melainkan syarat mutlak untuk mencapai kepemimpinan yang optimal.
Acara itu tak hanya membahas soal kepemimpinan dan pendidikan. Ada juga gagasan segar yang mengemuka, kali ini terkait pariwisata. Seorang peserta bernama Appi mengusulkan sinergi yang lebih erat antara Makassar dan Kabupaten Barru.
“Kita bisa bikin event atau corner promosi wisata. Kegiatannya dilaksanakan di Makassar, sementara kunjungan wisatanya diarahkan ke Kabupaten Barru,” ujar Appi.
Ide ini dinilai cukup cerdas. Dengan memanfaatkan keramaian dan aksesibilitas Makassar sebagai kota metropolitan, promosi destinasi unggulan Barru bisa lebih masif. Harapannya jelas: mendongkrak kunjungan wisata dan memperkenalkan potensi daerah itu ke khalayak yang lebih luas. Sebuah langkah praktis yang bisa menghubungkan dinamika perkotaan dengan pesona daerah.
Artikel Terkait
Inflasi dan Gejolak Global Uji Daya Beli di Lebaran 2026
Rusia Peringatkan Konsekuensi Serius atas Pembunuhan Pejabat Iran oleh AS-Israel
Menteri dan Sekretaris Kabinet Pantau Arus Balik, Terminal Pulo Gebang Ramai Lancar
Luis Garcia Plaza Resmi Tangani Sevilla dengan Misi Hindari Degradasi