Pantauan arus mudik di Jawa Barat menunjukkan kepadatan yang cukup signifikan. Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan, turun langsung memantau sejumlah titik. Menurutnya, kemacetan banyak terjadi di jalur-jalur arteri, terutama yang didominasi oleh pemudik lokal yang bersilaturahmi dalam satu wilayah.
"Untuk arteri, ini tidak bisa dihindarkan tadi ya," ujar Rudi saat ditemui di Simpang Gadog, Puncak, pada Senin (23/3/2026).
"Pergerakan masyarakat antar kabupaten-kota bersilaturahmi dengan uwaknya, dengan tetehnya, dengan akangnya di mana-mana. Ini pergerakannya cukup padat ya," jelasnya.
Di sisi lain, titik yang benar-benar jadi sorotan adalah jalur lintas selatan. Rudi menyoroti kondisi geografisnya yang jadi tantangan tersendiri. Jalan berkelok, ditambah turunan dan tanjakan yang curam, sudah jadi hambatan alamiah. Belum lagi banyaknya titik pasar di sepanjang kawasan itu yang memancing kendaraan berhenti.
"Arteri jalur selatan ini mendominasi. Kenapa? Kita lihat struktur jalannya kan itu berbelok-belok, turunan, tanjakan dan sebagainya," tutur Rudi.
"Banyak pasar, banyak tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya pemberhentian segala macam sehingga kepadatan ini akan terjadi."
Namun begitu, jajaran kepolisian sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Strateginya adalah dengan menempatkan personel di pos-pos yang telah disiapkan untuk mengurai kemacetan.
Artikel Terkait
Anggota MPR Desak Percepat RUU Pengelolaan Iklim Menyikapi Suhu Terik di Jakarta
Prabowo Tegaskan Lawatan Luar Negeri untuk Jaga Lapangan Kerja
Jepang Siap Kerahkan Kapal Perang ke Selat Hormuz, Buka Opsi Pengerahan Pasukan Bela Diri
Kapolda Metro Jaya Tinjau Pengamanan Ancol Jelang Puncak Kunjungan Libur Lebaran