Di sisi lain, Cooper juga mengamati perubahan pola serangan. Kalau di awal konflik, serangan digelar dalam skala besar dengan puluhan drone dan rudal yang membanjir, sekarang situasinya jauh berbeda. "Anda tidak lagi melihat itu. Semuanya satu atau dua sekaligus," ujarnya menggambarkan penurunan intensitas yang cukup signifikan.
Pernyataan Cooper sejalan dengan data yang dirilis Pentagon. Pemerintahan AS sendiri telah menyatakan bahwa kapasitas tembak Iran merosot secara dramatis. Pada minggu pertama Maret lalu, Pentagon mengungkapkan bahwa peluncuran rudal telah anjlok 90 persen dibanding hari-hari pertama pertempuran. Sementara untuk serangan drone, angkanya turun tidak kalah tajam, yaitu 86 persen.
Data-data itu, bila disandingkan dengan pernyataan Cooper, seolah menggambarkan sebuah gambaran yang lebih luas: tekanan dan keterbatasan logistik mungkin mulai membebani militer Iran.
Artikel Terkait
Putin Ucapkan Selamat atas Pengangkatan Kembali Kim Jong Un sebagai Pemimpin Tertinggi Korea Utara
Veda Ega Pratama Torehkan Sejarah, Raih Podium Perdana Moto3 di Brasil
Iran Ancam Tutup Teluk Persia dengan Ranjau Laut Jika Diserang AS-Israel
Satpol PP Jaksel Kerahkan 160 Personel Amankan Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran