Filipina Izinkan Sementara Bahan Bakar Euro-II untuk Jaga Stok di Tengah Krisis

- Senin, 23 Maret 2026 | 14:10 WIB
Filipina Izinkan Sementara Bahan Bakar Euro-II untuk Jaga Stok di Tengah Krisis

Nah, agar tak tercampur, DOE sudah memerintahkan perusahaan minyak untuk memisahkan produk Euro-II ini dari varian Euro-IV. Pemisahan harus dilakukan di setiap tahap, mulai dari penyimpanan, pengangkutan, hingga penjualan di tingkat ritel.

Sebenarnya, Manila sudah beralih dari Euro-II ke standar bahan bakar lebih bersih, yaitu Euro-IV, sejak delapan tahun lalu tepatnya 2016. Perbedaannya signifikan. Bahan bakar Euro-IV yang masih berlaku sekarang punya kandungan sulfur hanya 50 bagian per juta. Bandingkan dengan Euro-II yang mencapai 500 ppm jauh lebih tinggi.

Kebijakan darurat ini muncul di tengah situasi yang memanas. Baru minggu lalu, ribuan pengemudi jeepney membanjiri jalanan di berbagai kota. Mereka protes keras karena harga solar lokal melonjak lebih dari dua kali lipat. Lonjakan itu sendiri dipicu oleh meroketnya harga minyak global, imbas dari perang antara AS-Israel dan Iran.

Jadi, di satu sisi pemerintah berusaha menjamin ketersediaan, di sisi lain tekanan dari lapangan sudah sampai di titik didih. Kebijakan bahan bakar "jadul" ini ibarat obat penahan sakit, solusi sementara untuk meredakan gejolak yang kompleks.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar