Korban jiwa dalam insiden berdarah ini adalah Prada Marinir Elki Saputra dan Prada Marinir Andi Suvio. Sementara Kopda Marinir Eko Sutikno mengalami luka berat. Ia sudah dievakuasi ke RSAL dr Oetojo di Sorong untuk penanganan darurat.
Yang memperparah keadaan, kelompok penyerang kabur membawa dua pucuk senjata api laras panjang milik prajurit. Mereka menghilang masuk ke dalam belantara hutan Maybrat.
Prosesi pemulangan kedua prajurit yang gugur telah dimulai. Jenazah telah diautopsi di RSAL dr Oetojo dan disemayamkan di Markas Pasmar 3. Rencananya, pada Senin (23/3) ini, mereka akan diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing. Adapun prajurit yang terluka berat berpeluang dirujuk ke Jakarta untuk perawatan yang lebih komprehensif.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Maybrat tak tinggal diam. Bupati Maybrat, Karel Murafer, langsung turun tangan mengkoordinasikan respons.
“Setelah mendapat informasi, saya langsung menghubungi Bapak Gubernur, Danrem, Kabinda, serta pihak terkait untuk melaporkan kejadian dan membahas langkah penanganan,” jelas Karel.
Perhatian pemerintah daerah, selain pada aspek keamanan, juga tertuju pada korban dan keluarga. “Kami bersama pemerintah provinsi memberikan bantuan untuk proses pemulangan jenazah sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum,” kata dia.
Saat ini, operasi pengejaran masih terus berlangsung. Aparat gabungan TNI menyisir wilayah hutan Maybrat untuk memburu para pelaku serangan yang masih berkeliaran.
Artikel Terkait
Iran Ancam Tutup Teluk Persia dengan Ranjau Laut Jika Diserang AS-Israel
Satpol PP Jaksel Kerahkan 160 Personel Amankan Destinasi Wisata Saat Libur Lebaran
Jasa Marga Terapkan Satu Arah di Tol Trans Jawa untuk Antisipasi Puncak Arus Balik
Anggota MPR Desak Percepat RUU Pengelolaan Iklim Menyikapi Suhu Terik di Jakarta