Adiknya, Nurdin, adalah seorang hafiz Al-Quran sekaligus imam madrasah di desa. Sosok penuntun bagi keluarga dan masyarakat. Ia wafat dua tahun lalu. Kini, jasadnya entah di titik mana, bercampur dengan ratusan lainnya yang disatukan oleh bencana.
Trauma itu menjalar, menjadi milik bersama. Ziarah yang dulu bersifat personal, kini berubah jadi ritual kolektif yang penuh kegamangan. Warga berdiri di hamparan tanah sama, melafalkan doa sama, tanpa tahu di mana tepatnya orang yang mereka tuju.
Riandi masih ingat betul. Warga harus menunggu air surut untuk memungut sisa-sisa jenazah. Tulang-belulang dan potongan kain kafan tersangkut di antara kayu dan lumpur. Semua dikumpulkan, lalu dimakamkan kembali di lokasi yang lebih tinggi, tak jauh dari huntara. Itu penghormatan terakhir yang bisa mereka berikan.
“Pemindahan ini baru bisa dilakukan sekitar satu minggu setelah bencana,” kenang Riandi. “Airnya masih keruh, jadi tulang-tulang atau kain kafannya nggak kelihatan. Setelah agak jernih, barulah kami cari.”
Data Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mencatat, ada 279 keluarga terdampak di Desa Agusen. Dari jumlah itu, 155 kepala keluarga masih bertahan di hunian sementara yang dibangun TNI AD lewat koordinasi BNPB. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp7,6 triliun merangkum kerusakan rumah, infrastruktur, sampai lahan pertanian.
Pemerintah daerah terus berbenah, berkoordinasi dengan pusat untuk percepatan rehab-rekon. Tapi bagi warga seperti Seriah dan Riandi, pemulihan fisik saja belum cukup. Mereka butuh pendampingan psikologis yang nyata. Butuh keyakinan untuk bisa hidup lagi, tidak terus larut dalam nestapa kehilangan rumah, kebun, sawah.
Ini yang perlu didengar pemangku kebijakan. Di hati para penyintas, ketidakpastian masih berkelindan. Mulai dari pimpinan pusat hingga jajaran di daerah, tak bisa hanya mengandalkan seorang kepala desa untuk menenangkan, menghibur, dan menjawab semua pertanyaan warga. Khususnya soal kepastian hak atas lahan untuk tempat tinggal, dan untuk pemakaman.
Artikel Terkait
Lalu Lintas Tol Tangerang-Merak Tembus 1,9 Juta Kendaraan Saat Arus Mudik Lebaran
Dishub DKI Kempeskan Ban Mobil yang Parkir Liar di Kawasan Monas
Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Pembicaraan Produktif
Polisi Terapkan Sistem Satu Arah untuk Atasi Kemacetan Panjang Menuju Ciwidey